fajarnews

Ruslandi Minta Kader Tidak Membahas Soal PAW

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 10 Januari 2017 | 12:15 WIB

Agus Sugianto
Ketua DPC PDIP Indramayu, Ruslandi.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Selepas kepergian Wakil Ketua Fraksi PDIP, Junaedi, Ketua DPC PDIP Indramayu, Ruslandi  meminta agar pengurus tidak membahas masalah Pergantian AntarWaktu (PAW) di internal partai terlebih dahulu karena hal itu dianggap terlalu dini.

“Di Partai PDIP ini mempunyai etika, meski tidak tertuang langsung, namun bisa masuk dalam formal, kita tunggulah empat puluh hari setelah kepergian almarhum,” ungkapnya Senin (9/1) menanggapi beredarnya isu mengenai PAW yang semakin kencang dibicarakan padahal Almarhum Junaedi baru terhitung enam hari tutup usia.

Pihaknya mengaku mendapatkan mandat dari DPD PDIP Jawa Barat agar menutup sementara PAW. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada seluruh jajaran pengurus untuk tidak membahasnya demi menghormati dedikasi dan pengabdian almarhum. “Intruksi DPD terkait PAW agar ditutup sementara kita fokus terhadap agenda partai terlebih dahulu,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Ruslandi, pihaknya tidak memungkiri bahwa kekosongan jabatan di kepengurusan DPC PDIP Indramayu ini harus  diisi, tapi ada proses dan mekanisme dalam partai yang harus dijalankan.

Sementara itu, terkait teka-teki PAW tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Ono Surono meminta agar pengurus DPC segera melakukan kordinasi meskipun DPP penentu hasil akhir. “DPC segera kordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), jika ada pihak yang tidak puas, partainya sudah biasa memenangkan pertarungan hukum,” jelasnya.

Menurut Ono, mekanisme  PAW di tubuh PDIP adalah DPC menindaklanjuti surat dari KPU kepada DPD dan DPP, kemudian oleh DPP akan mengluarkan rekomendasi siapa penggantinya. 

AGUS SUGIANTO

 

 

Loading Komentar....
loading...