fajarnews

Derita Tumor Ganas, Dewi Cempaka Butuh Bantuan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 9 Januari 2017 | 09:30 WIB

Ali Al Faruq
Hanya dalam kurun waktu empat bulan, benjolan yang berawal dari benturan bola berkembang menjadi tumor ganas yang mengerogoti betis kaki kanan Dewi Cempaka (11), warga Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan.*

 

Fajarnews.com, KUNINGAN- Canda dan tawa kini tak lagi terdengar dari mulut Dewi Cempaka (11), warga RT 08/RW 03, Dusun Wage, Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan. Bocah yang tengah semangat menikmati keceriaan masa anak-anak itu, kini hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur, akibat tumor yang menggerogoti kakinya.

Sejak empat bulan silam, anak ketiga dari pasangan suami istri Eri (45) dan Kasah (40) itu didiagnosa mengidap tumor ganas yang menyerang betis kanannya.

Ibunda Dewi, Kasah menuturkan, penyakit yang diderita putrinya itu berawal dari benturan bola yang terjadi secara tidak sengaja waktu tengah meintas di lapangan sepakbola. USai terbentur bola, tidak lama timbul benjolan di kaki Dewi.

“Kagetnya benjolan itu semakin lama makin membesar, dan ternyata anak saya dinyatakan terkena tumor dipicu hal tadi,” kata Kasah, Minggu (8/1).

Oleh dokter yang memeriksanya, tumor di kaki Dewi disarankan untuk segera dioperasi. Namun, sebagai masyarakat ekonomi pas-pasan, Kasah mengaku kesulitan untuk membiayai oprasi tumor di kaki anaknya itu.

Beruntung, masyarakat sekitar khususnya aparat desa dan pemuda setempat tergerak mengumpulkan bantuan. Bahkan bantuan juga datang dari desa tetangga.

Kasah mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan tetangga, aparat desa dan para pemuda serta dan warga sekitar tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan masyarakat itu sngat berarti untuk meringankan biaya pengobatan yang penyakit diderita anaknnya.

"Saya sangat terbantu dengan kepedulian masyarakat yang memperlihatkan penyakit Dewi. Karena dengan keterbatasan ekonomi, tidak mungkin kami bisa mengobati tumor ganas ganas yang diidap Dewi, mengingat biaya operasi yang sangat mahal," kata Kasah.

Kasha mengaku tidak menyangka masyarakat di luar Cihirup tahu kondisi anaknya. Awalnya hanya warga Cihirup saja yang mengetahuinya, tetapi selalu ada masyarakat luar yang datang ke rumah untuk memberikan bantuan dengan sukarela.

Sementara itu, Kepala Dusun Wage Desa Cihirup, Enda Caskenda mengatakan penggalangan dana bersama pemerintah desa dan masyarakat akan terus dilakukan, untuk meringankan biaya operasi Dewi.

“Kami akan terus menggalang dana baik di Pasar Ciawigebang, di tempat CFD atau yang di luar kota pun kami lakukan dengan publikasi di media sosial. Kami sangat berharap masyarakat umum terketuk hati untuk bisa meringankan beban warga kami yang kurang mampu," kata Enda. 

ALI AL FARUQ

 

 

Loading Komentar....
loading...