fajarnews

KKP Resmikan Gudang Garam Nasional di Indramayu

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 7 Januari 2017 | 12:15 WIB

Agus Sugianto
Dirjen PRL KKP Brahmantya Satyamurti Purwadi menyampaikan sambutan dalam acara peresmian gudang garam nasional di Indramayu.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) meresmikan gudang garam nasional di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/1).

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Abdul Rosyid Hakim, Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, perwakilan Asuransi Jasindo, petani garam, petani tambak dan nelayan.

Dalam sambutanya, Dirjen PRL KKP Brahmantya Satyamurti Purwadi mengatakan, pembangunan gudang garam nasional Indramayu ini tidak terlepas dari hasil rapat kerja dengan Kementerian Perdagangan dalam membahas impor garam industry.

Dipastikan olehnya jika kebijakan tersebut juga harus melibatkan garam lokal, sehingga harga garam lokal tetap terjaga, selain bahwa pembangunan tersebut sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 7 Tahun 2016.

"Dalam UU Nomor 7 Tahun 2016 adalah tentang perlindungan nelayan, pembudi daya ikan, dan petambak garam, segala upaya dalam menghadapi permasalahan kesulitan melakukan usaha perikanan atau usaha pergaraman, dilakukan untuk meningkatkan kemampuan nelayan, pembudi daya ikan, dan petambak garam guna melaksanakan usaha perikanan atau usaha pergaraman secara lebih baik, di mana dalam hal ini negara harus hadir menjadi suport utama para nelayan, pembudidaya, dan petani garam,” ucapnya.

Dikatakanya, hal itu adalah sebuah langkah dalam mengendalikan impor garam, terlebih saat ini sudah ada teknologi dalam produksi garam, sehingga bisa dipanen oleh petani hanya dalam waktu tiga bulan, tanpa harus menunggu lima bulan. “Garam rakyat bisa diserap dengan harga yang baik, agar petambak garam bisa sejahtera,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ia meminta, agar masyarakat jangan sungkan untuk memberikan kritik kepadanya sebagai bentuk koreksi, terlebih jika harganya anjlok, ia tentu akan melakukan perbaikan-perbaikan sehingga masyarakat petani garam bisa sejahtera.

Selain itu, kata Brahmantya, dengan adanya gudang garam nasional di wilayah tersebut juga diharapkan dapat menjadi penopang hidup bagi penghasilan petani garam untuk memenuhi kehidupan keluarganya agar lebih sejahtera.

"Bagi petambak garam, dengan dibangunnya gudang garam nasional ini agar menjadi petani garam yang mandiri, juga untuk membangkitkan semangat kemandirian petani garam secara nasional," jelasnya.

Pihaknya juga akan mendukung program garam rakyat secara penuh, agar tidak ada lagi impor garam yang tidak terkontrol pendistribusiannya.

Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan, sejak era pemerintahan Presiden Jokowi, Negara Indonesia mempunyai doktrin baru yaitu sebagai negara poros maritim dunia. Hal itu melihat banyaknya pulau yang ada yaitu sekitar 17.504 pulau.

Tentunya, dengan banyaknya potensi yang ada seperti perikanan tangkap, budidaya, dan garam. “Sekarang ini kita fokus bagaimana melindungi dan memperdayakan pelaku usaha di 3 sektor tersebut,” jelasnya.

Dikatakanya ,melalui inisiatif Komisi IV DPR RI untuk membentuk undang undang tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam yaitu UU Nomor 7 Tahun 2016. Sebagai inisiator lahirnya regulasi tersebut, ia akan terus menyuarakan harapan masyarakat.

“Di tahun 2016 sudah ada program asuransi nelayan, sehingga di 2017 diharapkan ada asuransi pembudidaya ikan dan petani garam,” harapnya.

Menurut Ono, jika dilihat secara seksama, Kabupaten Indramayu merupakan miniatur Indonesia, dimana panjang pantainya sekitar 146 Km menjadi terpanjang se-Jawa Barat. Pasokan produksi ikan lebih dari 50 persen, jika digabungkan dengan Cirebon mengenai produksi garamnya, bisa dipastikan akan mengalahkan Madura. “Sehingga tidak salah jika Indramayu menjadi  fokus program KKP,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Diskanla Abdul Rosyid Hakim dalam sambutanya menuturkan, kedatangan Dirjek PRL KKP sangat diapresiasi olehnya, terlebih guna melihat langsung kondisi petani garam di Indramayu. Dalam kesempatan tersebut dia juga memaparkan produksi garam di Indramayu yaitu di tahun 2016 sebanyak 1.510 ton, dan 375.000 ton di 2015. “Saat itu kondisi cuaca kemarau panjang, sehingga produksi meningkat,” pungkasnya. 

AGUS SUGIANTO

Loading Komentar....
loading...