fajarnews

Jasad Pilot Skytruck M28 Asal Kuningan Tak Ditemukan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 19 Desember 2016 | 11:15 WIB

Sopandi
Pihak keluarga bersiap menerima kedatangan rombongan yang akan menyerahkan barang-barang milik korban kecelakaan pesawat jenis Skytruck tipe M28, Kompol Anumerta Eka Barokah, di kediaman istri korban, Sabtu (17/12).*

 

Fajarnews.com, KUNINGAN- Kesedihan tertampak jelas pada raut wajah dr. Fika saat menerima penyerahan barang-barang milik suaminya, Kompol Anumerta Eka Barokah, korban kecelakaan pesawat jenis Skytruck tipe M28 buatan Polandia milik Polri, yang jatuh di Perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (3/12) lalu.

Eka Barokah yang menjadi pilot pesawat nahas itu, diduga tewas dalam kecelakaan tersebut. Hingga batas akhir waktu pencarian, jasadnya tidak juga diketemukan. Tim gabungan telah berusaha keras mencari jasad para korban pesawat yang mengangkut mengangkut 13 polisi itu, namun hanya delapan korban yang berhasil ditemukan, sementara lima korban lainnya, salah satunya Eko Barokah, hingga batas akhir waktu pencarian masih belum ditemukan. Tim hanya berhasil mendapatkan barang-barang milik korban di lokasi jatuhnya pesawat.

Penyerahan barang milik korban itu dilakukan langsung Kasi Pol Udara Sub Kaprof, AKBP Eksan Ramon Zamora Ginting di kediaman istri korban, di Jalan Raya Kuningan-Cirebon RT 04 RW 04 Desa/Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Sabtu (17/12) sekitar pukul 14.30 WIB.

Barang milik korban diterima sang istri, dr Fika didampingi orang tuanya dan orang tua Eka. Turut hadir menyaksikan penyerahan barang milik korban, Bupati Kuningan, H Acep Purnama.

Dalam pernyataannya, Eksan mengatakan, sesuai prosedur setelah sepuluh hari dilakukan pencarian oleh Basarnas, Polri dan TNI tetapi tidak mendapatkan hasil, maka proses itu dihentikan. Menurutnya, prosedur pencarian dihentikan atau ditutup secara resmi pada, Senin (12/12) lalu.

“Berdasarkan keterangan tim dan melihat kondisi pesawat, semua korban dipastikan tidak ada yang selamat. Termasuk Kompol Eka. Polri telah menyatakan Kompol Eka gugur dalam tugas,” kata Eksan.

Menurutnya, walaupun proses pencarian dihentikan secara resmi, tetapi pihaknya menitipkan kepada nelayan dan kapal-kapal yang ada di lokasi kejadian, untuk segera melapor jika ada temuan mayat.

“Selama sepuluh hari pencarian tim SAR dan TNI/Polri hanya menemukan barang-barang korban. Di antaranya milik Kompol Eka. Sesuai permintaan keluarga, kami antarkan barang-barangnya,” tuturnya.

Sementara itu, meski mengaku sangat sedih dan terpukul, namun pihak keluarga bisa menerima keadaan tersebut. Kakak kandung korban, Bripka Cucu Hidayat mengatakan, pihak keluarga berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini TNI, Polri dan Basarnas yang telah berupaya melakukan pencarian jasad korban.

“Kami keluarga sangat sedih, namun sudah ikhlas menerima kenyataan ini,” katanya. 

SOPANDI

 

Loading Komentar....
loading...