fajarnews

Izin Tak Diperpanjang, Tower XL di Losari Kidul Disegel

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 17 Desember 2016 | 10:00 WIB

Nawawi
Petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon disaksikan warga melakukan penyegelan terhadap tower XL di Dusun Karang Tangsi, Desa Losari Kidul, kemarin.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Keluhan dan keinginan warga yang berada di sekitar berdirinya tower milik PT XL Axiata yang berada di Dusun Karang Tangsi, Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon akhirnya terkabulkan. Hal itu setelah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon melakukan penyegelan terhadap tower tersebut, Jumat (16/12). Penyegelan juga rencananya akan dilanjutkan dengan pembongkaran tower.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP Kabupaten Cirebon, Sisyanto paska melakukan penyegelan menjelaskan, penyegelan dilakukan sudah sesuai protap dengan melayangkan surat teguran ke pihak PT. XL Axiata. Sebab, tower yang dibangun tahun 2002 tersebut telah habis masa waktu izinnya pada tahun 2012 lalu tetapi pihak PT. XL Axiata tidak kunjung melakukan perpanjangan perizinannya. “Pada 17 November lalu kita layangkan surat ke PT. XL Axiata dan pihak PT. XL Axiata langsung memberikan balasan pada tanggal 23 November yang menyatakan tidak akan melanjutkannya lagi,” jelas Sisyanto kepada fajarnews.com setelah melakukan penyegelan, kemarin.

Dijelaskannya, atas dasar surat tersebut pihak Satpol PP Kabupaten Cirebon selaku penegak Perda meneruskannya dengan melakukan langkah penyegelan dan akan dilanjutkan dengan pembongkaran tower yang rencananya akan dilaksanakan pada 17 Desember besok. Hal itu juga lantaran sudah ada pernyataan untuk dilakukan pembongkaran oleh pihak PT. XL Axiata. “Kewenangan kita untuk melakukan pembongkaran, akan tetapi kalau memang dari pihak PT. XL Axiata menyatakan kesiapan untuk melakukan pembongkaran sendiri, maka kita serahkan kepada perusahaan tersebut,” ujar Sisyanto.

Sementara itu perwakilan dari bagian tim maintenance PT. XL Axiata Cabang Cirebon, Susilo Pramono mengatakan, dirinya hanya diintruksikan perusahaan untuk ikut memantau pelaksanaan penyegelan tower tersebut. Dijelaskannya bahwa tower itu sudah tidak beroperasi selama 4 tahun ini dan tidak akan melanjutkannya lagi. Terkait persoalan lainnya seperti sudah memperpanjang kontrak dengan pemilik lahan, dirinya tidak bisa mengomentari. “Saya tidak tahu Mas. Saya hanya diperintahkan perusahaan untuk ikut memantau dan menyaksikan pelaksanaan penyegelan yang dilakukan Satpol PP,” terangnya.

Salahseorang warga sekitar tower, Turi menyambut antusias dan bahagia lantaran penantian bertahun-tahun dirinya dan juga warga yang berada di sekitar lokasi berdirinya tower tersebut akhirnya terkabulkan juga. Kini rasa was-was dan kekhawatiran warga yang selama ini dialami sudah ada jawabannya dengan segera dibongkarnya tower tersebut. “Setelah pembongkaran tower selesai kami dan warga akan menggelar syukuran di sini. Terima kasih kepada semua yang telah membantu apa yang menjadi keinginan warga Dusun Karang Tangsi, Desa Losari Kidul,” ungkapnya. 

NAWAWI

 

Loading Komentar....
loading...