fajarnews

TMP2C Buat Jadwal Piket Monitoring Truck Pengangkut Batu Bara

Redaksi : Eko Purnomo | Rabu, 9 November 2016 | 23:01 WIB

WILDAN IW
Aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon.

Fajarnews.com, CIREBON - Sejumlah angkutan batubara diketahui melintas di jalan Brigjend Darsono Bypass beberapa waktu lalu tentu membuat orang bertanya-tanya. Pasalnya, dumtruck muatan batu bara tersebut seharusnya melewati tol. Bahkan KSOP II Cirebon memberikan peringatan kepada pengusaha batu bara yang memandel dengan menutup dua dermaga ongkar muat batu bara.

Melihat hal iu, Ketua Tim Masyarakat Peduli Pelabuhan Cirebon (TMP2C), Kasno Haridwan mengatakan, pihaknya mengingatkan agar rute pengangkutan batubara yang sudah disepakati bersama harus terus diawasi. Makanya, saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan, khususnya di areal sekitar pelabuhan, seperti jalan Sisingamangaraja.

“Hal itu dilakukan agar tidak ada truk angkutan batubara yang melintas. Karena dua pekan lalu, kami memergoki dua truk bermuatan batubara melintasi jalan Sisingamangaraja, tepatnya kawasan Jl Benteng. Truk sempat berhenti, lalu kita tegur dan kasih peringatan keras untuk tidak melewati jalur kota,” ungkap Kasno kepada awak media, Rabu (9/11).

Ia mengaku, pihaknya terus mengingatkan para sopir dum truck angkutan bongkar muat agar mematuhi kesepakatan yang sudah dibuat. Terutama, para sopir yang dari arah Bandung menuju Pelabuhan Cirebon. Bahkan pihaknya telah menyampaikan kepada KSOP. “Kita melakukan ini semata-mata demi kenyaman masyarakat,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pasca kejadian diketahuinya dua truk tersebut, hingga saat ini tidak ada lagi truk yang melintas di jalan Sisingamangaraja. Bahkan, TMP2C membuat jadwal piket tersendiri untuk memantau dan mengawasi angkutan batubara, dan memberlakukan piket dari pukul 09.00 hingga 00.00 WIB dengan sistem bergilir.

“Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran, monitoring apakah muatannya sesuai standar atau melebihi batas angkutan, serta memastikan kebersihan angkutan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian truk angkutan batubara diketahui melintas di jalan Brigjend Darsono Bypass, dirinya tidak bisa berkomentar banyak dan terlalu ikut campur tentang hal tersebut.

“Kita hanya fokus disekitar pelabuhan saja. Itu mungkin nanti kewenangannya Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinkom) Kota Cirebon,” jelasnya.

Ia menyatakan, terkait dengan adanya wacana untuk membuat regulasi yang baku, seperti perda atau perwali dan memasang rambu-rambu pelarangan truk besar atau pengangkut batubara melintas di kawasan kota, pihaknya mendukung pembuatan regulasi tersebut.

“Ya sah-sah saja. Itu kan bukan pelarangan, tapi lebih kepada pengaturan. Jadi, sah-sah saja,” tukasnya

WINARNO

 

Loading Komentar....
loading...