fajarnews

Sekda Kota Cirebon Buka Sosialisasi Kebijakan Administrasi Kependudukan

Redaksi : Andriyana | Rabu, 12 Oktober 2016 | 17:50 WIB

HASAN
Sekda Asep Dedi sedang memberi sambutan sekaligus membuka acara sosialisasi.

Fajarnews.com, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar sosialisasi Peraturan Walikota (Perwalkot) Cirebon Nomor 53,53,55 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan catatan sipil, Selasa (11/10).

Acara yang berlangsung di aula kantor Disdukcapil Kota Cirebon itu dibuka oleh Sekda Kota Cirebon Asep Dedi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cirebon, Sanusi, serta para peserta dari perwakilan UPTD Puskesmas Se-Kota Cirebon.

Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Sanusi mengatakan, tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta meningkatkan kualitas dan kuantitas penerbitan dokumen kependudukan bagi seluruh penduduk.

“Kami menyelenggarakan sosialisasi Perwalkot yang pesertanya adalah terutama kepala TU dari UPTD Kesehatan seluruh Kecamatan di Kota Cirebon,” kata Sanusi saat ditemui seusai acara pembukaan sosialisasi tersebut.

Sekda Kota Cirebon, Asep Dedi menuturkan, acara ini merupakan lanjutan dari sosialisasi yang sudah beberapa kali dilakukan. Sebab, lanjutnya, aturan-aturan tentang kependudukan dan catatan sipil ini harus terus disosialisasikan agar masyarakat menjadi tahu peraturan terkini tentang kependudukan dan catatan sipil.

“Dengan berubahnya undang-undang tentang kependudukan dan catatan sipil, maka sosialisasi sangat perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui dan memahaminya,” ujar Sekda.

Sekda menjelaskan, dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, terdapat perubahan mendasar dalam penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Diantaranya adalah masa berlaku KTP Elektronik yang semula 5 (lima) tahun diubah menjadi seumur hidup. Pencetakan KTP-elektronik yang selama ini dilaksanakan terpusat di jakarta, saat ini telah diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota.

“Ada perubahan undang-undang, saya contohkan saja, KTP hilang itu, bisa dicetak dimanapun, selama ada identitas yang jelas, kerana sistemnya sekarang online di setiap daerah, jadi kemudahan-kemudahan seperti ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

M. HASAN HIDAYAT

Loading Komentar....
loading...