fajarnews

Kegiatan Bongkar Muat Batubara Hanya Libatkan Sebagian Warga

Redaksi : Admin | Senin, 10 Oktober 2016 | 12:00 WIB

WILDAN IW
Aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon.

Fajarnews.com, CIREBON- Pembukaan kegiatan batubara di Pelabuhan Cirebon beberapa waktu lalu, dikeluhkan masyarakat RW 01 Kelurahan Panjunan. Mereka menyayangkan kebijakan Wali Kota, Nasrudin Azis yang telah merekomendasikan pembukaan aktivitas batubara namun tidak mau menerima keluhan dari warga RW 01 Panjunan.

"Jelas kami kecewa dengan dibuka kembalinya aktivitas bongkar muat batubara. Masyarakat RW 01 Panjunan masih konsisten menolak, tapi wali kota nggak mau menerima keluhan kami," tegas Ketua RW 01 Panjunan Jafar Sidik, Minggu (9/10).

Jafar menyesalkan atas klaim Wali Kota yang menyatakan bahwa pembukaan kegiatan batubara tersebut atas desakan dari masyarakat Panjunan, padahal pembukaan kegiatan batubara tidak melalui musyawarah lebih dulu dengan RW 01 Panjunan yang lokasinya sangat berdekatan dengan aktivitas kegiatan bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon.

Bahkan dirinya menilai, Wali Kota tidak mempertimbangkan kondisi RW 01 Kelurahan Panjunan yang lokasinya paling terkena paparan debu batubara. Sikap Wali Kota itu jelas tidak peduli dengan warga sekitar.

Dirinya mempertanyakan alasan wali kota terhadap pembukaan aktivitas batubara karena sudah mendapat rekomendasi dari warga Panjunan. Dijelaskan, kelurahan Panjunan sendiri ada 10 RW, namun yang baru memberikan tanda tangan hanya 8 RW. Salah satu RW yang tidak menyatakan setuju pembukaan kegiatan batubara adalah RW 01 Panjunan.

Selain itu, ia juga menyesalkan tak adanya tim pengawas yang diterjunkan oleh Wali Kota untuk melihat kondisi di dua RW yang masih menolak.

Dirinya menambahkan, meskipun warga 01 masih konsisten menolak kegiatan bongkar muat batubara, namun bukan berarti tidak mendukung kegiatan pengembangan Pelabuhan Cirebon. Untuk pengembangan pelabuhan, harus tetap berjalan akan tetapi pelabuhan kedepan harus tanpa adanya aktivitas bongkar muat batubara.

"Kalau soal rekomendasi untuk Rencana Induk Pelabuhan (RIP) silahkan saja. Kalau rekomendasi dari Wali Kota soal kegiatan kembali batubara itu yang kami sesalkan," tukas Jafar.

Pembukaan kembali aktivitas bongkar muat batubara, menurutnya hanya memancing keadaan masyarakat menjadi gaduh. Kebijakan Wali Kota dan pihak pelabuhan yang berani membuka aktivitas bongkar muat batubara, dinilai Jafar, kemungkinan sudah direncanakan sebelum-sebelumnya.

Dirinya mengaku heran, karena pembukaan aktivitas bongkar muat batubara dibuka tepat pada musim penghujan. Karena saat hujan debu tidak bisa memapar ke rumah-rumah karena terhalang hujan.

"Kalau musim hujan, debu pastuli ngga akan bertebaran. Bisa saja ini rencana yang sudah disiapkan dari dulu. Kalau berani mau diuji yah harusnya saat musim kemarau," tegasnya.*

 

WILDAN IBNU WALID

Loading Komentar....
loading...