fajarnews

Kebakaran Pabrik di Bangladesh 24 Orang Tewas

Redaksi : Eko Purnomo | Minggu, 11 September 2016 | 13:45 WIB

-
Ilustrasi Kebakaran

Fajarnews.com, Bangladesh - Kebakaran di sebuah perusahaan pengepakan makanan dan rokok di Bangladesh menewaskan setidaknya 24 orang dan melukai lebih banyak orang lainnya pada Sabtu, menjalar ke lokasi penyimpanan bangunan itu dalam semalam, menurut pejabat dinas darurat.

"Kami tidak dapat memulau operasi pencarian karena memerlukan waktu hingga kemarin malam untuk mengendalikan kobaran api di bangunan itu," Ajit Kumar Bhoumik, seorang pejabat tinggi dinas kebakaran mengatakan pada Minggu pagi.

"Pada malam hari api itu menjalar ke lantai bangunan lainnya dimana tersimpan bahan kimia dan benda mudah terbakar lainnya dalam jumlah besar yang digunakan untuk pengemasan," Bhoumik mengatakan kepada wartawan Reuters melalui telepon dari lokasi kejadian.

Para pejabat dinas kebakaran mengatakan pada Sabtu malam bahwa mereka tidak dapat memasuki bangunan dan melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan, di tengah kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas dapat bertambah.

Penyebab terjadinya kebakaran yang berada di wilayah perindustrian Tongi, sekitar 20 kilometer je arah utara ibu kota Dhaka, masih belum dapat diketahui, namun pejabat dinas mengatakan bahwa adanya ledakan dari sebuah alat pemanas kemungkinan menjadi pemicu kebakaran itu. Insiden itu terjadi saat para pekerja bersiap untuk berganti jam kerja di pagi hari.

Kebakaran itu merupakan insiden terbaru dalam serangkaian kecelakaan industrial di negara Asia Selatan itu, yang merupakan pengekspor garmen terbesar kedua di dunia setelah Ghina. Insiden itu juga menjadi kecelakaan industri terburuk di Bangladesh sejak runtuhnya bangunan Rana Plaza di luar Dhaka 2013 lalu, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang pekerja yang sebagian besar bekerja di industri garmen.

Kobaran yang terjadi pada Sabtu di Tampaco Foils, yang disebabkan oleh keruntuhan sebagian gedung pabrik, yang mengemas beragam barang seperti makanan dan rokok, untuk sejumlah perusahaan setempat dan merek-merek global seperti British American Tobacco dan Nestle.

"Terdapat sekitar 100 orang di dalam bangunan saat kebakaran terjadi," ujar seorang petugas Tampaco Foils. (Antara/FC)

Loading Komentar....
loading...