fajarnews

Pemkab Kuningan Matangkan Program Pekan Imunisasi Nasional

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 27 Februari 2016 | 07:00 WIB

Sopandi
Camat dan seluruh Kepala UPTD Kesehatan se-Kuningan serta para SKPD saat mengikuti rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016.*


Fajarnews.com, KUNINGAN- Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan menggelar rapat koordinasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016. Kegiatan itu dilaksanakan untuk mematangkan kesiapan pelaksanaan program PIN yang akan berlangsung mulai tanggal 8-15 Maret bulan depan.

Hadir dalam acara yang dilaksanakan di ruang rapat Purbawisesa Setda Kuningan itu, para camat, Kepala UPTD Kesehatan se-Kabupaten Kuningan,, Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, Perwakilan Polres dan Kodim 0615 Kuningan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Raji menerangkan, polio merupakan penyakit menular akibat virus yang menyerang syaraf. Akibat virus itu, setiap penderita polio dipastikan mengalami kelumpuhan. Gejala itu menurutnya, umum menyerang anak usia 0-3 tahun dengan tanda awal demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher, sakit di tungkai dan di lengan.

“Untuk menghindari dampak ini, kita bisa melakukan upaya pencegahan dengan baik dan maksimal. Salah satunya yaitu dengan kegiatan rutin imunisasi polio,” katanya di Kuningan, Jumat (26/2).

Untuk memaksimalkan pelaksanaan program itu, lanjut Raji, dibutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak. Digelarnya rapat koordinasi itu dia yakin mampu menjadi langkah awal untuk mewujudkan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak yang akan terlibat dalam mensosialisasikan dan mensukseskan pelaksanaan PIN polio.

“Kegatan rutin PIN ini selain untuk memastikan tingkat imunitas terhadap polio, juga untuk memberikan perlindungan yang merata pada kelompuk anak usia 0-3 tahun terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan virus polio” tuturnya.

Dia menyebutkan sasaran polio di Kabupaten Kuningan yang meliputi anak usia 0-3 tahun itu sebanyak 92.726 anak (bayi dan balita-red) tanpa memandang status imunisasi. Kemudian, menurutnya, sejumlah lokasi yang akan dijadikan tempat layanan program itu di antaranya di Posyandu, Polindes, Puskesmas Pembantu (Pustu), Poskesdes, klinik swasta, rumah sakit swasta, atau di tempat pelayanan lainnya yang sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda mengingatkan, kasus polio yang dianggap kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia pernah terjadi di akhir tahun 2005 dan awal tahun 2006. Menurutnya, pada tahun itu, kasus polio menyerang kisaran 305 orang.

“Kejadian itu terjadi di 47 kabupaten/kota di sepuluh provinsi di Indonesia. Kemudian ditemukann juga 46 kasus polio yang disebabkan oleh virus dari vaksin akibat banyak anak yang tidak mengikuti program imunisasi,” tuturnya.

Karena itu menurutnya, program PIN 2016 yang akan datang harus dilaksanakan maksimal oleh seluruh petugas lapangan. Dia berharap, petugas mampu melaksanakan program itu dengan baik, efektif dan episien. 

Sopandi

 

Loading Komentar....
loading...