fajarnews

Dinkes Kabupaten Cirebon Jabar Uji Lab Darah 13 Warga Sampih

Redaksi : Rosyidi | Kamis, 11 Februari 2016 | 11:00 WIB

tvrinews.com
Ilustrasi imunisasi.

Fajarnews.com, CIREBON- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memeberikan vaksin kepada 13 warga Blok Puhun, Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, sebagai upaya mempersempit penyebaran wabah penyakit difteri, Rabu (10/2).

Selain melakukan vaksinasi, Dinkes Jabar juga mengambil sampel darah ke-13 warga Sampih tersebut, untuk dilakukan uji laboratorium.

Hal itu untuk memastikan tidak ada lagi warga Desa Sampih yang tertular penyakit berbahaya tersebut. Jika hasil uji laboratorium ada warga yang positif (tertular), maka penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri akan diperpanjang.

Informasi yang dihimpun “FC” menyebutkan, ke-13 warga yang divaksin tersebut, masih kerabat warga Desa Sampih yang terjangkit penyakit difteri sebelumnya.

Kepala Puskesmas Susukanlebak, Aria Abditianto kepada “FC” mengatakan, upaya pencegahan penyebaran wabah difteri tersebut, terus dilakukan pemerintah. Selain melakukan vaksinasi kepada warga yang bertempat tinggal di sekitar korban yang meninggal dan dirawat akibat serangan difteri beberapa waktu lalu, Dinkes Jabar juga melakukan uji lab darah, 13 warga yang masih kerabat korban.

“Dua cara pemeriksaan dilakukan dinas kesehatan, yakni dengan cara pemeriksaan slide secara mikroskopis dan pemeriksaan kultur atau pengembangbiakan kuman difteri itu sendiri,“ kata Aria.

Ditambahkannya, hasil uji lab tersebut baru akan diketahui 10 hari ke depan. Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut, nantinya akan menentukan jangka waktu KLB yang sudah ditetapkan Dinas Kesehatan kabupaten Cirebon sebelumnya.

“Hasilnya baru akan diketahui sekitar 10 hari mendatang. Hasil ini yang akan menentukan waktu KLB, apakah akan diperpanjang atau dianggap selesai,“ ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kekhawatiran pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon terkait potensi carrier (pembawa bakteri) pada nenek dari ketiga anak penderita difteri, Khaeriyah (65), yang pulang dari rumah sakit tanpa memberitahu pihak rumah sakit usai menjenguk cucunya yang terjangkit penyakit berbahaya difteri, akhirnya terbukti.

Warga Blok Sijatan, Desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon itu, bersama suaminya, Muslih (68) dan cucunya Vina (9), dinyatakan positif tertular difteri oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati, Kota Cirebon. Ketiganya, kini telah mendapat perawatan di ruang isolasi khusus RSUD Gunung Jati.

Selain telah menyebar hingga Kecamatan Mundu, wabah difteri yang sebelumnya menyerang delapan orang wargaBlok Puhun, Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, dan menewaskan tiga orang diantaranya, juga menjangkiti seorang warga Kabupaten Majalengka dan warga Kabupaten Indramayu.

Bahkan, seorang pasien difteri asal Kabupaten Majalengka juga meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Gunung Jati Cirebon, Sabtu (6/2). Dengan demikian, difteri yang mewabah di Wilayah III Cirebon itu, telah menewaskan empat orang.*

 

NAWAWI

Loading Komentar....
loading...