fajarnews

Imunisasi Warga Blok Puhun, Dinkes Libatkan TNI 

Redaksi : Rosyidi | Jumat, 5 Februari 2016 | 10:30 WIB

tvrinews.com
Ilustrasi imunisasi.

Fajarnews.com, CIREBON- Mengatisipasi penyebaran wabah difteri agar tidak meluas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon berencana melakukan imunisasi terhadap 246 warga di Blok Puhun, Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/2) hari ini.

Imunisasi tersebut, tidak hanya diikuti tim dinas kesehatan, namun bakal melibatkan juga TNI dan Polri. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan petugas medis, lantaran warga di blok tersebut, masih belum semuanya menerima imunisasi yang akan dilakukan, mengingat kuatnya paham yang mereka pegang.

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah terkait langkah yang dimabil dalam mencegah menyebaran wabah difteri tersebut.

Sebelum dilakukan iminisasi, terlebih dahulu Dinkes akan melakukan penyuluhan dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat. Imunisasi dilakukan kepada seluruh warga dari seluruh golongan usia di wilayah tersebut.

“Kami memang akan melibatkan aparat keamanan selama proses imunisasi berlangsung. Keterlibatan pihak aparat kami khawatir ada penolakan untuk diimunisasi. Jika sudah ada penolakan, maka kan sifatnya sudah mengancam kehidupan orang lain, kalau sudah tertular maka akan repot. Makanya kami libatkan aparat dari TNI dan Polri,” kata Neneng, Kamis (4/2).

Neneng menjelaskan, 246 warga yang akan diberikan imunisasi tersebut, merupakan warga yang beresiko tinggi tertular karena berada di sekitar tempat tinggal penderita Difteri. Saat ini pun, warga yang ada di Blok Puhun masih diperbolehkan untuk keluar desa, dan mereka tidak dikarantina.

“Warga, masih diperbolehkan untuk keluar desa, mereka tidak dikarantina. Karena sifatnya baru siaga satu,” katanya.

Menurutnya, imunisasi khusus untuk difteri sendiri merupakan imunisasi yang paling mahal. Jika diimunisasi ke dokter, biayanya bisa mencapai Rp 1,2 juta. Imunisasi yang akan dilakukan kepada 246 warga di Blok Puhun diberikan secara gratis dan merupakan subsidi dari pemerintah.

“Memang cukup mahal kalau ke dokter, karena dalam satu kali imunisasi ini biasanya akan didapatkan beberapa penangkalan penyakit sekaligus, jadi bukan hanya difteri saja. Masyarakat jangan menyia-nyiakan imunisasi ini,” katanya.

Untuk diketahui, Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Moh Sofyan telah memberlakukan status KLB untuk kasus penyakit difteri yang menyerang delapan anak Blok Puhun tersebut.

Sofyan meminta kerabat pasien untuk jangan meninggalkan RSUD Gunung Jati, karena dikhawatirkan jika dibiarkan keluar dari RS maka akan membawa bakteri dan menularkannya kepada warga lainnya.*

 

SUHANAN

Loading Komentar....
loading...