fajarnews

Kerap Update Status di Medsos, Anggota DPRD Indramayu Ini Malah Dapat SP dari BK

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 29 Januari 2016 | 07:40 WIB

-
Ilustrasi Medsos.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Gara-gara sering update status dan mengunggah foto di media sosial, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga sebagai anggota DPRD Indramayu, Azun Mauzun mendapat surat peringatan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Indramayu.

Anggota Komisi B DPRD Indramayu ini diperingati untuk tidak mengunggah gambar atau foto-foto serta kata-kata yang tidak etis di media sosial.

Karena sebagai anggota DPRD, selayaknya yang bersangkutan menjaga martabat, kehormatan dan kredibilitas terhadap citra anggota DPRD.

Kepada fajarnews.com, Azun Mauzun mengatakan, pihaknya menerima apapun keputusan dari BK terkait adanya larangan tidak mengunggah gambar dan foto-foto serta perkataan yang tidak etis di media sosial.

Namun pihaknya sangat menyayangkan tindakan BK yang tidak memanggil atau menegur terlebih dahulu. "Terus terang saya kurang faham apa kesalahan saya dan dari segi mana, sebab dalam surat SP tersebut tidak dijelaskan secara rinci kapan waktunya dan apa yang dianggap tidak etis menurut BK," ungkapnya, Kamis (28/1).

Azun meminta agar BK juga seharusnya obyektif melihat permasalahan ini. Pasalnya dalam medsos, bukan hanya dirinya yang mengunggah foto dan perkataan yang mungkin dinilai tidak etis, tetapi juga banyak di antara anggota dewan lainnya yang melakukan hal tersebut.

"Semua anggota dewan pasti punya akun dan pasti pernah bikin status dan komen serta unggah gambar sama seperti saya, tapi kenapa hanya saya yang dapat teguran. Sebaiknya BK obyektif dong," terangnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKB, Ahmad Mujani mengatakan, pihaknya tentu akan memperjuangkan dan membela anggota fraksinya tersebut. Mengingat teguran BK tersebut dinilai tidak obyektif.

"Kalaupun memang anggota saya melakukan pelanggaran, kita akan melakukan teguran baik secara lisan maupun tulisan, namun dalam surat tersebut tidak disebutkan," jelasnya.

Pihaknya meminta kepada BK agar tidak tebang pilih dalam menegakkan suplemen hukum. "Saya pikir, kalau memang Azun Mauzun dianggap ketika mengunggah gambar-gambar dan foto serta perkataan di media sosial menjadi kesalahan bukan hanya Azun yang melakukan tapi juga yang lain,” tegasnya.

Dia menilai, apa yang dilakukan Azun Mauzun di media sosial justru menjadi nilai plus bagi dewan karena memang dia aktif dibandingkan yang lainnya dalam menyerap aspirasi masyarakat. 

Agus Sugianto

Loading Komentar....
loading...