fajarnews

Akibat Kemarau Panjang, Kab. Cirebon Kelebihan Pupuk Bersubsidi

Redaksi : Andriyana | Selasa, 15 Desember 2015 | 22:42 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON- Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (Distanbunnakhut) Kabupaten Cirebon, merilis data penggunaan pupuk bersubsidi pada musim gaduh 2015 hanya terserap 11 ton. Sedangkan sisanya 14 ribu ton masih menumpuk di kios-kios pupuk resmi yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Lahan kita ada 46 ribu ha, dan musim gaduh kemarin hanya terserap 11 rubu ton. Ini karena dampak kemarau yang panjang,” kata Sekretaris Distanbunnakhut Kab. Cirebon H. Muhidin dikantornya, Selasa (15/12).

Oleh sebab itu, kata Muhidin, dirinya pada Kamis lalu langsung mengikuti rapat di Bandung, salah satunya membahas sekaligus mendata kelebihan pupuk bersubsidi di Kabupaten Cirebon.

Kelebihan tersebut, diakui Muhidin, nantinya oleh provinsi akan dibagikan kepada wilayah lain yang kekurangan pupuk. “Kami hanya menyerahkan data dan yang mengaturnya itu provinsi,” ujarnya.

Disinggung adanya gudang pupuk yang diduga palsu di wilayah timur Kabupaten Cirebon, Muhidin mengakui adanya aktifitas tersebut. Namun pihaknya telah melaporkan ke Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida.

“Didalam komisi itu kan ada Polri, TNI, Satpol PP, petani, Indag dan lainya. Kasus itu telah ditanggangi Polres Cirebon, untuk lebih jelasnya silahkan tanya kesana,” ujarnya.

Dia menambahkan, pupuk-pupuk yang berbahan garam itu tidak diedarkan di Kabupaten Cirebon, melainkan di jual diwilayah Sumatera dan sekitaranya. "Jadi saya menjamin tidak ada peredaran pupuk yang diduga palsu itu. Gudangnya di Pangenan dan itu pemain lama, tapi kini telah ditanggani oleh Polres Cirebon,” katanya.

Suhanan



 

Loading Komentar....
loading...