fajarnews

Anjangsana STAI dan UNISA Kuningan Berlangsung Khidmat

Redaksi : Rosyidi | Senin, 7 Desember 2015 | 16:00 WIB

SOPANDI
Rektor UNISA, HA Nana Rusyana (tengah) didampingi H. Amin Santono (penabur kanan) dan Hj Elit Nurlitasari Gani (kiri) saat mengunjungi makan pahlawan di TMP Kalibata Jakarta Selatan.

Fajarnews.com, KUNINGAN- Anjangsana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kuningan berlangsung khidmat. Dua tempat bersejarah yang dikunjungi mampu menghadirkan semangat perjuangan bangsa yang terjadi hampir satu abad lalu.

Seperti di Taman Makam Pahwalan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan, seluruh peserta anjangsana mendapat pengantar sejarah para pahlawan dari mentor yang ada di lokasi setempat. Secara menyeluruh gambaran sejarah tentang para pahlawan dijelaskan satu persatu.

Gambaran tersebut diperjelas dengan menayangkan video dokumenter perjuangan detik-detik kemerdekaan Indonesia. Di ruang teater setempat, seluruh peserta serius menyaksikan perjuangan para pahlawan nasional.

Berbeda di TMP Kalibata, kunjungan ke Monument Pancasila Sakti di Lubang Buaya Jakarta Timur mampu menghadirkan kembali tragedi tragis penculikan yang dialami sepuluh pahlawan revolusi pada peristiwa Gerakan 30 September di Jakarta dan Surabaya lalu.

Dalam kesempatan itu, peserta anjangsana dikenalkan lebih jauh siapa Jendral Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen Haryono, Letjen Siswondo Parman, Mayjen Pandjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, Aip Karel Satsuit Tubun, Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono.

Setelah itu, peserta anjangsana dikenalkan pada sejumlah tempat peninggalan sejarah dilokasi itu selama kurang lebih dua jam, diakhiri dengan nonton bareng film gerakan 30 September.

Dosen pengampu mata kuliah Pancasila, Hj. Elit Nurlitasari Gani berharap, setelah mengikuti anjangsana itu, mahaiswa mampu mengetahui dan memahami sejarah yang pernah terjadi secara mendalam. Menurutnya, atas pengorbanan para pahlawan itu, pemuda dan mahasiswa sebagai generasi bangsa harus memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

“Selain menumbuhkan penghargaan kepada para pahlawan,  anjangsana ini mudah-mudahan mampu meningkatkan rasa cinta tahan air yang semakin kokoh. Generasi muda harus menyadari bahaya laten komunis di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, H.A. Nana Rusyana mengapresiasi acara anjangsana tersebut. Menurutnya, selain belajar dari teks di kampus, menyaksikan langsung peninggalan sejarah seperti itu akan sangat memperuas pengetahuan dan penghayatan.*

 

SOPANDI

Loading Komentar....
loading...