fajarnews

El Nino Menguat, Kemarau Diprediksi Masih Panjang

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 5 November 2015 | 07:40 WIB

IEM
LAHAN PERTANIAN di Kabupaten Indramayu yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.*

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi Majalengka memrediksi musim hujan di kawasan pantai utara terutama di wilayah Kabupaten Indramayu akan turun lebih lama, sekitar akhir November atau awal Desember mendatang.

"Saat ini memasuki musim pancaroba. Meski suhu udara masih di atas normal, namun kerap terjadi hujan pada malam hari," ungkap Forecaster BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn kepada fajarnews.com, Rabu (4/11).

Menurutnya, pada awal Oktober, suhu udara tertinggi di atas  37 celsius. Tingkat suhu udara saat musim pancaroba ini menurun tipis antara 35-36 derajat celcius. "Puncak musim kemarau terjadi pada awal Oktober lalu, suhu udara di atas normal," kata dia.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir, musim kemarau tahun 2015 ini di atas normal lebih kering dan panjang daripada tahun-tahun sebelumnya dikarenakan El Nino dalam tingkatan level kuat.

"Ini pun berdampak pada berkurangnya ketersediaan air tanah karena intensitas hujan sedikit, khususnya untuk pertanian yang banyak membutuhkan air bagi tanaman dan krisis air bersih yang sudah terjadi di sejumlah daerah yang salah satunya Kabupaten Indramayu," ucapnya.

Bagi daerah yang terletak di pinggir pantai seperti Indramayu, lanjutnya, suhu berlangsung cukup tinggi bahkan potensi cuaca ekstrem saat musim kemarau akan cukup tinggi di wilayah kawasan pantai utara seperti Indramayu dan Cirebon. "Musim kemarau tahun ini dipastikan lebih panjang dibandingkan musim hujannya," tuturnya.  

Ia mengimbau, masyarakat sebaiknya berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Pasalnya, sengatan matahari yang terik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Tak hanya itu, masyarakat diharapkan lebih hemat dalam menggunakan air bersih. Dengan demikian, krisis air bersih selama berlangsungnya kemarau dapat dihindari.

Menurutnya, suhu udara akan terasa panas terutama mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Bahkan, untuk wilayah Cirebon dan Indramayu yang terletak di pesisir pantai, suhu udara akan dirasa panas mulai pukul 09.00 WIB. Meski suhu udara sangat terik di siang hari, namun udara di malam hari justru terasa dingin.

Hal itu disebabkan oleh pengaruh angin timur yang berhembus lebih kuat pada malam hari dibanding siang hari. Dalam kondisi suhu udara panas seperti sekarang, masyarakat harus waspada. Beberapa hal yang harus diwaspadai adalah ancaman dehidrasi pada tubuh maupun banyaknya debu yang berterbangan di udara yang dapat mengganggu pernafasan.

"Cuaca mulai berubah-ubah dan tidak menentu, kadang panas terik namun kadang langsung berubah menjadi dingin saat pagi hari," kata Taryono (31) warga Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Masyarakat pun berharap intensitas hujan mulai terasa dalam beberapa pekan ke depan. Pasalnya, saat ini intensitas hujan masih sangat rendah pada musim pancaroba saat ini. (IEM)

 

Loading Komentar....
loading...