fajarnews

Dampak Musim Kemarau, Petani Ikan di Majalengka Merugi

Redaksi : Rosyidi | Selasa, 20 Oktober 2015 | 15:00 WIB

ABR
Petani ikan mengeringkan kolamnya karena semakin sulitnya mendapatkan air untuk menggenangi kolam.

Fajarnews.com, MAJALENGKA-Dampak musim kemarau panjang tidak hanya membuat petani belum bisa mengolah areal pertaniannya. Hujan yang belum juga turun sejak lima bulan lalu membuat sejumlah petani ikan di Kabupaten Majalengka mengalami kerugian yang cukup besar.

asalnya petani ikan tidak dapat melakukan pembesaran benih ikan setelah debit air sungai terus mengecil dan tidak mencukupi lagi untuk dialirkan ke kolam.

Burhan salah seorang petani ikan mengatakan, dirinya terpaksa mengeringkan dua kolam miliknya. Pengeringan terpaksa dilakukan karena aliran air sungai ke dalam kolam terus mengecil. Sementara ikan yang diternak adalah jenis ikan yang membutuhkan banyak air dan harus terus mengalir.

"Ikan yang saya besarkan di kolam adalah jenis ikan mas, dan sebagian lagi ikan nila yang akan lebih cepat besar di air yang terus menerus bergerak, sedangkan debit air sungai alirannya semakin kecil," ungkapnya, Senin (19/10).

Selain kebutuhan air yang kurang mencukupi, ikan juga banyak yang mati karena suhu air yang panas."Ikan banyak yang mati karena air kolam tidak bisa penuh, sedangkan cuaca sangat panas sehingga banyak ikan yang mati," ujarnya.

Petani ikan lainnya, Toto menyebutkan, air yang ada di kolam tidak bisa menampung ikan lagi dikarenakan debit air yang sedikit. Selain itu banyak ikan yang mati karena suhu air panas akibat kemarau.

Menurut Toto kurang tersedianya air menyebabkan dirinya mengalami kerugian yang cukup besar. Karena selain banyak ikan yang mati, pertumbuhan ikan juga menjadi tidak normal. Ukuran dan berat ikan jauh menurun meski jumlah pakan yang diberikan tidak dikurangi porsinya.

"Karena ukuran dan beratnya yang tidak normal, harga ikan yang dipanen juga tidak seperti biasanya .Harganya lebih murah sehingga kerugianpun tidak bisa dihindari," jelasnya.

Iapun berharap musim kemarau ini cepat berakhir, supaya kolam-kolam ikan miliknya bisa dialiri air dengan normal. (ABR)

Loading Komentar....
loading...