fajarnews

Menteri ESDM Dukung Freeport Indonesia Lanjutkan Usaha

Redaksi : Eko Purnomo | Minggu, 20 September 2015 | 14:03 WIB

-
ESDM

Fajarnews.com, TIMIKA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan dirinya mendukung PT Freeport Indonesia untuk terus melanjutkan usaha di Papua mengingat keberadaannya sangat membantu perekonomian Papua dan nasional.

"Saya kira siapa pun tahu kalau ada pihak yang ingin investasi tentu akan minta kepastian usaha jangka panjang. Apalagi kita saat ini sedang gencar-gencarnya ingin menarik investor sebanyak mungkin," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Timika, Papua, Minggu.

Menteri Sudirman berada di Papua untuk melihat dan mengevaluasi operasional pertambangan perusahaan tersebut.

Dikatakannya, perusahaan tambang tersebut selama ini sudah investasi di Indonesia cukup lama dengan nilai ratusan miliar dolar AS dan keberadaannya perlu dijaga, apalagi telah memberikan kontribusi bagi perekonomian Papua dan memberikan lapangan pekerjaan.

Dalam pertemuannya dengan jajaran direksi Freeport, Sudirman mengatakan yang mereka minta adalah bagaimana pemerintah mendukung usaha perusahaan itu serta memberikan kepastian usaha.

"Presiden Jokowi sudah beberapa kali menyatakan bahwa kita harus meningkatkan investasi dan menjaga investasi yang sudah ada selama ini. Akan aneh saja kalau kita tak dukung perusahaan asing untuk investasi," katanya.

Untuk itu, katanya, pemerintah sedang mencari usaha legal yang dimungkinkan serta upaya politik sehingga bisa dimengerti masyarakat.

"Saya termasuk yang simpati kepada Freeport yang selama ini sebagai objek spekulasi. Banyak masyarakat yang tak mengerti soal perusahaan itu," katanya.

Dia mengakui dalam berbagai pembicaraan internal, eksternal termasuk dengan DPR bahwa keberadaan investor asing termasuk Freeport sangat penting untuk jangka panjang dan nasional.

Dalam pertemuan itu, Sudirman juga minta agar perusahaan tersebut bersedia menyerap produk lokal yang diproduksi BUMN nasional.

"Mereka sangat bersedia untuk itu sekalipun untuk jenis tertentu yang memerlukan teknologi tinggi masih mengandalkan impor," kata menteri. (Antara/FC)

Tags: ESDM Nasional
Loading Komentar....
loading...