fajarnews

Volume Air Sumur Milik Warga Mulai Menyusut

Redaksi : Rosyidi | Jumat, 11 September 2015 | 12:00 WIB

SHN
Neli mengambil air di sumur gali di rumahnya di Cikuya Kelurahan Sumber Kabupaten Cirebon yang mulai menyusut.

Fajarnews.com, CIREBON- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Cirebon belakangan ini membuat sumur gali di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon mulai menyusut. Akibatnya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai dan kubangan untuk mandi dan mencuci.

Seperti yang dirasakan sebagian warga Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Akibat kemarau panjang, sumur gali yang berada di RW 02 dan RW 03 desa tersebut, mulai menyusut bahkan ada yang sudah mengering seperti yang terjadi di Blok Watu Loro RT 09 RW 03. 

"Rata-rata di sini sumur gali, karena memang tidak ada PAM. Tapi belum ada sumur yang kering di sini, tapi warga mengeluhkan airnya yang menyusut terus," ungkap Ketua RW 02 Desa Cangkoak, Misna, Kamis (10/9).

Terus menyusutnya air tersebut dikhawatirkan warga akan membuat sumur mengering. Terlebih di desa tersebut tidak ada sumber mata air. Kalau pun ada mata air, adanya di Buyut Kenitem dan Buyut Lingga yang hanya bisa digunakan untuk mencuci dan mandi, sementara sebagian lagi untuk mengairi lahan pertanian.

Terpisah,  Kuwu Desa Cangkoak, Sujono mengatakan, setiap kemarau sumur-sumur warga kerap menyusut, bahkan hingga kekeringan. Terutama yang berada di dataran tinggi, seperti Paningkiran, Watu Loro dan sebagian di Lempung.

"Memang kerap menyusut, bahkan sampai kering setiap kemarau. Hanya kali ini belum ada laporan dari masyarakat, maupun dari kepala dusunnya," ujar Sujono.

Akibat sumur mengering, warga pun memanfaatkan air Sungai Ciparigi maupun Sungai Koak yang berjarak sekitar 300 meter. Pemanfaatan air sungai terutama untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

Dikatakannya, untuk menghindari sumur kering, warga rata-rata berupaya memperdalam sumur dengan cara menggali secara manual. Sumur yang menyusut juga dialami warga lainnya di Perumahan Pelangi, Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.

"Sudah satu bulan terakhir sumur di rumah menyusut. Akibatnya, saya hanya bisa mandi satu kali sehari dan pembayaran listrik naik tiga kali lipat," tutur Mamat.

Untuk memenuhi bak air, ia terpaksa harus menunggu sekitar tiga jam agar air dari sumurnya mengalir ke dalam bak. Namun, air yang mengalir hanya cukup untuk sekali mandi.

Untuk kebutuhan lain seperti mencuci, dia harus menampung air jauh-jauh hari. Dia pun terkadang membeli air untuk kebutuhan lainnya termasuk untuk minum.

Begitu pula menyusutnya sumur gali dirasakan warga Cikuya Kelurahan Sumber Kabupaten Cirebon, Neli. Walaupun belum kering kerontang, Neli harus menunggu lama untuk mengisi bak air.

“Kalau dipakai buat mandi dan mencuci tidak cukup, makanya kalau pagi buat mandi dan mencuci sore hari,” keluh Neli. (SHN)

Loading Komentar....
loading...