fajarnews

Perebutan Lahan Parkir, Dua Kelompok Warga Kedawung Bersitegang

Redaksi : Eko Purnomo | Selasa, 1 September 2015 | 22:59 WIB

-
Ilustrasi

Fajarnews.com, KEDAWUNG - Diduga akibar berebut lahan parkir disalah satu tempat hiburan yang ada di Jl Tuparev Kedawung, Cirebon, dua kelompok warga dari Desa Situwinangun, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon sempat bersitegang, Selasa (2/9) malam.

Informasi yang berhasil di himpun "FN" menyebutkan, ketegangan dua kelompok warga tersebut terjadi saat kelompok Armada yang tidak terima kalau lahan parkir yang ada di tempat hiburan tersebut akan direbut oleh kelompok Alan.

Bahkan tersiar kabar kalau kelompok Armada akan mengancam kelompok Alan kalau memang berani masuk ke tempat hiburan untuk merebut lahan parkir.

Beruntung ketegangan tidak berujung keributan, karena pihak Apita Hotel mau melakukan mediasi dengan kedua belah pihak.

Ditemui "FN" usai mediasi yang dilakukan oleh pihak Apita Hotel, Armada mengatakan, kejadian ini adalah sebuah miskomunikasi antara pihaknya dengan pihak Alan.

"Setiap ada event, pengaman sudah tentu dilakukan, dan yang wajib melakukan pengamanan saat event adalah pihak kepolisian di bantu oleh TNI," ujar Armada.

Dikatakan Armada, selain pengaman dari pihak kepolisian, harusnya pihak penyelenggara dalam hal ini adalah Mitas, juga memerlukan tenaga pengamanan yang diambil dari warga sekitar.

"Saya sering membantu pihak Mitas kalau ada acara saya sering dimintai tolong oleh Mitas," katanya.

Dikatakan Armada, pihak kelompok Alan yang akan berpartisipasi dalam pengamanan acara yang rencannaya akan dilakukan konser salah satu grup band asal ibu kota itu, belum konfirmasi terkait rencana membantu pengamanan tersebut kepada pihaknya. Sehingga kesalah pahaman masalah pengamanan teraebut terjadi antara pihaknya dan pihak Alan.

"Sekarang sidah diklarifikasi dan kami akan berjalan bersama untuk mengadakan pengamanan acara konser tersebut," tandasnya.

Sementara itu pihak Iin Ainingsih, selaku GM Apita Hotel mengatakan, upaya yang dilakukan oleh pihaknya ini adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Pada prinsipnya kami dari pihak Apita welcome dengan warga yang akan berpartisipasi dalam setiap acara, namun kalau mau masuk ke Apita, kami minta jangan ribut, dan saling mengerti," ujarnya singkat. (DEDE)

Loading Komentar....
loading...