fajarnews

Dewan Akan Bahas Pasar Sumber Bersama Intansi Terkait

Redaksi : Andriyana | Senin, 31 Agustus 2015 | 23:39 WIB

SHN
Lapak-lapak para pedagang Psar Sumber terlihat berada di tengah jalan pascakebakaran

Fajarnews.com, CIREBON- Pascakebakaran Pasar Sumber Kabuapten Cirebon, Senin (24/8) lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRD) Kabupaten Cirebon akan menghadirkan sejumlah intansi terkait dari Pemkab Cirebon untuk membahas penangganan pascakebakaran seperti rencana relokasi, pembangunan ulang pasar termasuk anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pasar darurat serta membahas tuntutan para pedagang pasar.

Berdasarkan jadwal, rencananya rapat akan di gelar, Rabu (2/9/2015). Dalam pelaksanaannya nanti, Dewan akan mendengarkan keterangan dari intansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag), Bappeda, dan intansi lainya.

"Dalam rapat itu kan nantinya bisa diketahui apa dan bagaimana rencana kedepannya. Nanti saja kita dengar bersama apa keterangan dari mereka," kata Wakil Ketua  DPRD Kabupaten Cirebon, H. Subhan, Senin (31/8) dikantornya.

Tentunya, kata dia, para pedagang yang menajdi korban kebakaran, saat ini kondisinya sangat sulit terutama dalam perekonomiannya. Hal itu pula yang menjadi keresahan para pedagang, karena hingga kini mereka tidak bisa berjualan seperti sedia kala, karena kios, los dan barang daganganya hangus terbakar. Namun hal itu diakuinya memang membutuhkan waktu dalam penanganannya.

"Kami mohon sabar dulu, karena sedang kita pikirkan bersama. Kami selaku wakil rakyat akan tetap turut memperhatikannya mengingat terdapat sejumlah prosedur yang harus ditempuh,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dudung Mulyana menyampaikan, terkait relokasi Pasar Sumber yang direncanakan akan dibangun pihaknya telah membicarakan dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

"Kita akan melakukan rapat koordinasi kembali, mudah-mudahan ada jawaban. Dan yang diundang yakni pihak-pihak terkait, di antaranya Cipta Karya, Bappeda, Bagian Keuangan, Disperindag, Camatnya itu sendiri. Nantinya baru diagendakandengan dewan,” ujar Dudung disela kegiatannya.

Menurut Dudung, adapun pihak-pihak yang akan mengikuti rapat koordinasi tersebut akan mendengarkandan diskusi bersama mencari solusi, apakah sesuai aturan atau tidak.

"Untuk lokasinya di mana dalam rapat tersebut juga akan membahas terkait empat tuntutan yangdiminta para pedagang korban kebakaran Pasar Sumber," tambah Dudung. Kepala Bagian (Kabag) Kesra Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Zaenal Abidin mengaku, hingga saat ini belum ada laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, salah satu pedagang yang menjadi korban kebakaran, H. Sapi’i  mengaku hingga kini dirinya belum bisa berjualan. Karena selain tempatnya tidak ada, juga seluruh barang dagangannya ludes terbakar.

“Saya dagang kebutuhan Sembilan bahan pokok Mas dan itu habis terbakar tanpa sisa. Ya saat ini saya belum bisa berjualan lagi. Karena belum ada tempatnya, terkecuali pedagang sayuran mereka tetap berjualan membuka lapak di depan pasar,” katanya.

Dikataknya, setiap harinya putaran uang saat berjualan pada hari-hari normal mencapai Rp2-3 juta. Dan putaran uang akan meningkat bila hari-hari besar.

“Kerugian yang saya alami diatas Rp 100 juta mas. Ini yang membuat saya binggung. Kalau saja ada kompensasi atau ada bantuan pinjaman lunak dari pemerintah itu akan meringankan kerugaian yang dialami para pedagang,” ujarnya. (SHN)

Loading Komentar....
loading...