fajarnews

Sampah Berserakan di Badan Jalan, TPS 3 Bulan Digembok

Redaksi : Andriyana | Senin, 31 Agustus 2015 | 22:56 WIB

WIL
-

Fajarnews.com, CIREBON- Masalah sampah di Kota Cirebon nampaknya terus menjadi ancaman. Belum selesai dengan masalah pembangunan infrastruktur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur yang kondisinya sangat mengkhawatirkan, baru-baru ini warga RW 10 Sukapura mengeluhkan keberadaan Tempat Pembungan Sampah (TPS) yang tidak beroperasi selama tiga bulan lebih. TPS tersebut dikeluhkan warga sekitar pasalnya masyarakat terus membuang sampah, tetapi tidak dikelola oleh dinas teknis.

Ketua RW 10 Sukapura, Elya membenarkan jika TPS itu saat ini menjadi buah bibir warga karena sampah yang menumpuk di TPS, namun tidak kunjung diangkut ke TPA. Bahkan, sampah-sampah pun berserakan sampai ke badan jalan Pilang Raya. Kondisi demikian, dikatakannya, membuat Batalyon Arhanudse protes karena lokasi markas tepat di depan TPS. Sehingga, pihak Arhanudse melayangkan surat kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, untuk mengangkut sampah.

“Kondisinya TPS digembok sekitar tiga-empat bulan lalu, tidak ada yang mengelola sama sekali. Sampah tidak pernah diangkut ke TPA, jadi yah terus-terusan numpuk di badan jalan, DKP itu kayaknya tidak siap bangun TPS di situ. Bahkan, Arhanudse dan warga berinisiatif membakar sampah itu, tetapi yah asapnya diprotes juga,” ujarnya saat dihubungi fajarnews.com Senin (31/8).

Dia menjelaskan, saat dikonfirmasi kepada dinas teknis, alasannnya TPS tersebut belum ada gerobak sampah dan dana operasional BBM untuk mengangkut sampah. Elya menilai, sangat tidak logis sekelas dinas kebersihan mengatakan tidak ada anggaran operasional untuk membeli BBM. Apalagi, dirinya tahu, jika di APBD perubahan ini biaya operasional DKP ditambah dengan nominal yang cukup besar.

“Kalau keinginan warag sih sederhana, sampah itu diangkut dan baunya jangan sampai menyengat ke perumahan warga. Ini masalah yang sudah lama, tapi tidak respon apapun dari DKP,” tukasnya.

Sementara warga yang dekat dengan lokasi TPS, Maman (46) mengeluhkan dengan bau yang menyengat dari sampah TPS yang tidak pernah diangkut. Dikatakannya, dirinya pun pernah mencari tahu alasan kenapa sampah yang menumpuk tidak pernah diangkut itu. Diakuinya, sejak tiga bulan terakhir belum ada TPS dekat dengan rumahnya, namun, setelah ada TPS itu dia mempertanyakan kenapa tidak berfungsi.

Masalahnya, TPS yang digembk itu berada di wilayah perbatasan antara kota dan kabupaten. Bahkan, kebanyakan warga yang membung sampah itu dari arah kabupaten yang melintasi jalan Pilang Raya. Dia mengaku, TPS tersebut apakah milik Pemkot atau kah milik Pemkab Cirebon, pasalnya lokasinya berada di wilayah perbatasan.

“Saya heran, kenapa TPS nya digembok terus?, jadi warga yang melintas dari arah kabupaten terus membuang sampah ke sini sampai berserakan ke badan jalan,” katanya. Wildan Ibnu Walid

Loading Komentar....
loading...