fajarnews

Libur Sekolah Lebih Awal, Pendapatan Zakat Baznas Menurun

Redaksi : Andriyana | Senin, 13 Juli 2015 | 23:03 WIB

SHN
Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, Mukhlisin Muzari saat ditemuai Fajarnews.com dikantornya, Senin (13/7).

Fajarnews.com, CIREBON- Pendapatan zakat yang masuk pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon, di tahun 2015 ini, diprediksi mengalami penurunan. Penurunan tersebut dikarenakan libur sekolah bagi pelajar yang panjang dan lebih awal.

Akibatnya pemasukan penyaluran zakat dari siswa yang ada di Kabupaten ke Baznas dipastikan tidak ada. Padahal Baznas sendiri telah menentukan target pemasukan zakat pada tahun 2015  sebesar Rp 5 Miliar, atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 4,8 miliar.

 "Penyaluran targetan zakat yang masuk ke Baznas tahun 2014 lalu, dari sekolah hampir 20 persen. Tahun ini sama sekali tidak ada penyaluran dari pelajar, selain dari staf dan pengajarnya saja," kata Ketua Baznas Kabupaten Cirebon Mukhlisin Muzari, saat ditemuai Fajarnews.com dikantornya, Senin (13/7).

Meski demikian, pihaknya optimis pemasukan dari penyalura zakat profesi akan meningkat. Terutama dari masyarakat yang puncaknya diperkirakan akan memberikan zakatnya pada malam lebaran hingga hari raya di pagi harinya.

 "Kami hanya akan mengelola zakat Haznaf fisabililah, seperti Fakir miskin dan bagi orang yang berhak, karena ditingkat desa sudah langsung disalurkan kepada fakir miskin yang benar-benar berhak," katanya.

Selain itu, Baznas Kabupaten Cirebon telah menetapkan zakat fitrah 2,5 Kg beras senilai uang Rp 22.500,- atau 9.000,-/kg. Ketetapan tersebut berdasarkan hasil survey ke sejumlah pasar yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon. Kemudian dilakuakan rapat pengurus Baznas Kabupaten Cirebon tentang penetapan nilai besaran zakat.

Rapat yang dilakukan tersebut sebagai patokan kaum Muslimin dalam mengeluarkan zakat fitrah dan menetapkan besaran zakat fitrah apabila diuangkan sebesar Rp 22.500 per orang.

 "Di masjid-masjid sudah beredar pengumuman pembayaran zakat fitrah sebesar Rp 22.500 per orang. Sebagian warga juga sudah membayar zakat fitrah," jelasnya.

Jika warga masyarakat mengonsumsi beras seharga Rp 10.000/kg, tambah dia, maka diperbolehkan membayar zakat fitrah Rp 25.000/kg. Namun, kalau akan membayar zakat fitrah melebihi harga beras yang dikonsumsinya juga lebih baik.

Sedangkan penetapan besaran zakat fitra, menurut dia, dari dulu sudah ditetapkan alim ulama sebesar 2,5 kg atau setara dengan 3,5 liter beras. Dari data harga beras tersebut, akhirnya Baznas menetapkan besaran zakat fitrah apabila dibayar dengan uang sebesar Rp 22.500/orang dengan asumsi harga beras Rp 9000 /kg.

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon yang memiliki data harga beras di pasaran dari harga termurah sampai termahal. Beras yang kami pilih adalah beras kelas medium yang banyak dikonsumsi masyarakat Kabupaten Cirebon yang patokan terendahnya seharga Rp9 ribu," pungkasnya. (SHN)

Loading Komentar....
loading...