fajarnews

Dampak Kemarau Makin Meluas

Redaksi : Zeyka Apika | Rabu, 15 Oktober 2014 | 14:00 WIB

-Suhanan/FN
-Kondisi air di Bendungan Jamblang Desa Warujaya, Kecamatan Depok, tampak keruh pekat akibat pencemaran limbah batu alam yang sudah diambang batas normal.*

Fajarnews.com, - Dampat kemarau panjang di Kabupaten Cirebon makin meluas. Sejumlah warga di Kecamatan Depok misalnya, terpaksa mengunakan air yang berada di Saluran Induk Jamblang Kanan 723Ha. Mereka terpaksa mengunakan air sungai yang tercemar limbah batu alam untuk keperluan sehari-hari.

Pantaun “FN” sejumlah anak dan ibu-ibu mencuci dan mandi di sungai meski air telah terkontaminasi limbah batu alam. Hal itu telah dilakukan bertahun-tahun terlebih disaat musim kemarau panjang saat ini yang membuat air di sumur gali mengering.

Padahal air sungai tersebut telah berwarna abu-abu, tercampur limbah batu alam yang terbawa dari Kecamatan Dukupuntang. Terlihat pada dinding sungai terdapat sisa limbah berwarna putih melekat di plesteran dan bebatuan.

 “Kalau tidak pakai air sungai, terus pakai apa. Sumur kering semua,” ujar Dewi (18) warga Desa Warujaya Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon yang rumahnya dekat saluran induk Jamblang kanan 723Ha, saat ditemui “FN”.

Ibu satu orang anak ini terpaksa mandi dan mencuci pakaian di sungai dalam sebulan terakhir. “Ya saya sama warga-warga di sini sering mandi di sungai. Biasanya sehari dua kali, pagi sama sore. Sekalian cuci pakaian,” ujar dia.

Dia mengaku sering gatal-gatal setelah mandi di sungai, hanya saja tidak pernah dirasakannya. “Ya tidak sampai merah-merah sih cuma gatal saja. Tapi ya bagaimana, abis mau mandi di mana,” kata dia.

Senada dengan Dewi, Bodrek (21) mengaku takut kebiasaan mandi di sungai yang tercampur limbah dapat berakibat buruk. Namun untuk mendapat air bersih sulit. “Ya susah mau nyari kemana airnya. Sumur saja kering,” kata dia.

Pria yang sehari-harinya membuat hiasan rumah ini mengaku kondisi sungai rusak dalam dua tahun terakhir. Awalnya air yang mengalir jernih sehingga tidak menimbulkan penyakit ketika digunakan. Namun setelah bermunculannya industri batu alam membuat mata air warga sekitar tercemar.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil kajian Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Cirebon kadar limbah yang mencemari air sungai mencapai 7.920 miligram per liter. Kondisi ini jauh di atas ambang batas yakni 200 miligram per liter.

 

Reporter : Suhanan

Loading Komentar....
loading...